Marina Blogs

Just another Student.mb.ipb.ac.id Blogs weblog

JAWABAN UAT SIM NO 4

  • December 28, 2010 7:40 pm

Perusahaan akan mencari cara untuk dapat meningkatkan daya saingnya, mengurangi biaya yang timbul dan juga resiko pekerjaan. Sehingga perusahaan akan melakukan analisis internal untuk mengetahui pekerjaan apa yang dapat diserahkan ke pihak ketiga meskipun pengawasan dari perusahaan harus tetap ada. Dalam tataran global ini, sistem informasi yang baik sangat dibutuhkan perusahaan baik untuk mengetahui trend dan kondisi pasar, menjalankan operasional perusahaan lintas batas geografis maupun dalam mengambil keputusan strategis.

Teknologi informasi bukanlah bisnis inti dari perusahaan jasa seperti bank, rumah sakit, lembaga pendidikan, maupun industri seperti industri pangan, farmasi, house and personal care, dan lain sebaginya. Sehingga, outsourcing merupakan salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan oleh manajemen perusahaan untuk aplikasi sistem informasi perusahaan. Menurut O’Brien dan Marakas (2006), beberapa pertimbangan perusahaan untuk memilih strategi outsourcing sebagai alternatif dalam mengembangkan sistem informasi diantaranya:

  1. Biaya pengembangan sistem sangat tinggi.
  2. Resiko tidak kembalinya investasi yang dilkukan sangat tinggi.
    1. Ketidakpastian untuk mendapatkan sistem yang tepat sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
      1. Faktor waktu/kecepatan.
    2. Proses pembelajaran pelaksana sistem informasi membutuhkan jangka waktu yang cukup lama.
      1. Tidak adanya jaminan loyalitas pekerja setelah bekerja cukup lama dan terampil

Meskipun penggunaan outsourcing seringkali digunakan sebagai strategi kompetisi perusahaan untuk fokus pada core business-nya. Namun, pada prakteknya outsourcing didorong oleh keinginan perusahaan untuk menekan cost hingga serendah-rendahnya dan mendapatkan keuntungan berlipat ganda walaupun seringkali melanggar etika bisnis.

Penelitian yang dilakukan oleh divisi riset PPM Manajemen terhadap 44 perusahaan dari berbagai industri, terdapat lebih dari 50% perusahaan di Indonesia menggunakan jasa outsource, yaitu sebesar 73%. Sedangkan sebanyak 27%-nya tidak menggunakan jasa outsource dalam operasional di perusahaannya. Dari 73% perusahaan yang menggunakan jasa outsource diketahui 5 alasan menggunakan outsourcing, yaitu agar perusahaan dapat fokus terhadap core business (33.75%), untuk menghemat biaya operasional (28,75%), turn over karyawan menjadi rendah (15%), modernisasi dunia usaha dan lainnya, masing-masing sebesar 11.25%.

Berikut ini adalah pertimbangan yang dapat digunakan perusahaan untuk mengaplikasikan sistem outsourcing:

  1. Jika sistem informasi bagi perusahaan Anda bukan merupakan bisnis inti yang ternyata dapat menghabiskan banyak waktu, usaha, dan sumberdaya jika diaplikasikan di internal perusahaan
  2. Jika perusahaan menginginkan aplikasi sistem informasi yang rendah biaya dan dapat cepat diaplikasikan sehingga meningkatkan value perusahaan bagi konsumen.

Adapun keuntungan dari penggunaan pendekatan outsourcing adalah:

  1. Perusahaan dapat lebih fokus pada hal yang lain, karena proyek telah diserahkan pada pihak ketiga untuk dikembangkan.
  2. Dapat mengeksploitasi skill dan kepandaian yang berasal dari perusahaan atau organisasi lain dalam mengembangkan produk yang diinginkan.
  3. Dapat memprediksi biaya yang dikeluarkan untuk kedepannya.
  4. Biasanya perusahaan outsource sistem informasi pasti memiliki pekerja IT yang kompeten dan memiliki skill yang tinggi, dan juga penerapan teknologi terbaru dapat menjadi competitive advantage bagi perusahaan outsource. Jadi dengan menggunakan outsource, otomatis sistem yang dibangun telah dibundle dengan teknologi yang terbaru.
  5. Walaupun biaya untuk mengembangkan sistem secara outsource tergolong mahal, namun jika dibandingkan secara keseluruhan dengan pendekatan insourcing ataupun selfsourcingoutsourcingtermasuk pendekatan dengan cost yang rendah.

Selain keunggulan diatas, pendekatan outsourcing juga memiliki beberapa kelemahan, kelemahan-kelemahan itu antara lain:

  1. Kurangnya perusahaan dalam mengerti teknik sistem informasi agar bisa dikembangkan atau diinovasi di masa mendatang, karena yang mengembangkan tekniknya adalah perusahaan outsource.
  2. Menurunkan kontrol perusahaan terhadap sistem informasi yang dikembangkan.
  3. Informasi-informasi yang berhubungan dengan perusahaan kadang diperlukan oleh pihak pengembang aplikasi, dan kadang informasi penting juga perlu diberikan, hal ini akan menjadi ancaman bagi perusahaan bila bertemu dengan pihak pengembang yang nakal.
  4. Ketergantungan dengan perusahaan lain yaitu perusahaan pengembang sistem informasi akan terbentuk.

Pendekatan in-sourcing merupakan kebalikan dari out-sourcing. Jika out-sourcing melimpahkan pengerjaan proyek pada pihak ketika, in-sourcing mengembangan proyek dengan memanfaatkan spesialis IT dalam perusahaan tersebut. Contohnya perusahaan tekstil dari Jepang membuka perusahaan di Indonesia dengan alasan karena gaji orang Indonesia dapat lebih rendah dari gaji pegawai Jepang. Pada kasus ini perusahaan di Jepang melakukan out-sourcing sedangkan perusahaan Jepang yang ada di Indonesia melakukan in-sourcing. Keuntungan pengembangan sistem informasi atau proyek lain dengan menggunakan pendekatan in-sourcingadalah :

  1. Perusahaan dapat mengontrol sistem informasinya sendiri.
  2. Biaya untuk pekerja dalam perusahaan biasanya lebih kecil daripada biaya untuk pekerja outsource.
  3. Mengurangi biaya operasional perusahaan, seperti transport, dll.

Selain keuntungan diatas, terdapat beberapa kelemahan menggunakan in-sourcing, yaitu perusahaan perlu memperhatikan masalah investasi dari pengembangan sistem informasi, jangan sampai pengembangan memakan waktu terlalu lama yang akan memangkas biaya lebih lagi.

Daftar Pustaka

malangnet.wordpress.com

http://pakpid.wordpress.com/2010/01/05/self-sourcing-in-sourcing-and-out-sourcing/

http://ferry1002.blog.binusian.org/

KOMENTAR BLOG

1)   http://pakpid.wordpress.com/2010/01/05/self-sourcing-in-sourcing-and-out-sourcing/

“Ya betul sekali postingan Anda di atas, saya setuju dengan kesimpulan yang anda buat. Namun, sepertinya,saat ini outsourcing menjadi kurang populer dibandingkan dengan in sourcing karena melalui insourcing, perusahaan dapat dengan lebih mudah melakukan pengontrolan terhadap proyek.”

2)      http://ferry1002.blog.binusian.org/

“Terima kasih pak ferry, saya ingin menambahkan kesimpulan saya mengenai outsourcing. Jika suatu perusahaan kekurangan pekerja, kemudian tidak memiliki waktu dan tenaga untuk mengembangkan aplikasi secara internal, maka out-sourcing dapat menjadi pilihan bagi perusahaan tersebut dalam mengembangkan proyek atau operasional perusahaannya. Out-sourcing dalam hal ini akan membantu perusahaan untuk memangkas waktu, memangkas effort atau usaha yang dilakukan, dan juga memangkas penggunaan tenaga kerja, dan juga memberikan hasil bagi perusahaan”